Suku Bugis di Sulawesi Selatan merupakan suku yang mendiami daerah yang cukup luas.
Meskipun dalam setiap daerah yang didiaminya mempunyai bahasa yang sama yaitu Bahasa Bugis, namun dalam tiap daerah tersebut memiliki dialek atau logat yang berbeda-beda.
Beberapa daerah-daerah yang menjadi kediaman Suku Bugis antara lain:
*Kabupaten Bone
Sejarah mencatat bahwa Bone merupakan salah
satu kerajaan besar di nusantara pada masa
lalu. Kerajaan Bone yang dalam catatan sejarah
didirikan oleh ManurungngE Rimatajang pada
tahun 1330, mencapai puncak kejayaannya
pada masa pemerintahan Latenritatta Towappatunru
Daeng Serang Datu Mario Riwawo Aru Palakka
Malampee Gemmekna Petta Torisompae Matinroe
ri Bontoala, pertengahan abad ke-17 (A.
Sultan Kasim,2002). Kebesaran kerajaan Bone
tersebut dapat memberi pelajaran dan hikmah
yang memadai bagi masyarakat Bone saat ini
dalam rangka menjawab dinamika pembangunan
dan perubahan-perubahan sosial, perubahan
ekonomi, pergeseran budaya serta dalam menghadapi
kecenderungan yang bersifat global.
*Kabupaten Sinjai
Kabupaten Sinjai
mempunyai nilai histories tersendiri, dibanding dengan
kabupaten-kabupaten yang di Propinsi Sulawesi Selatan. Dulu terdiri dari
beberapa kerajaan-kerajaan, seperti kerajaan yang tergabung dalam
federasi Tellu Limpoe dan Kerajaan – kerajaan yang tergabung dalam
federasi Pitu Limpoe.
Tellu limpoe terdiri dari kerajaan-kerajaan yang berada dekat pesisir pantai yakni Kerajaan yakni Tondong, Bulo-bulo dan Lamatti, serta Pitu Limpoe adalah kerajaan-kerajaan yang berada di daratan tinggi yakni Kerajaan Turungen, Manimpahoi, Terasa, Pao, Manipi, Suka dan Bala Suka.
*Kotamadya Pare-pare
Diawal perkembangannya dataran tinggi yang sekarang ini, yang disebut
Kota Parepare, dahulunya adalah merupakan semak-semak belukar yang
diselang-selingi oleh lubang-lubang tanah yang agak miring tempat
tumbuhnya semak-semak tersebut secara liar dan tidak teratur, mulai dari
utara (Cappa Ujung) hingga ke jurusan selatan kota. Kemudian dengan
melalui proses perkembangan sejarah sedemikian rupa dataran itu
dinamakan Kota Parepare.
*Kabupaten Pangkep
Pangkep ditetapkan sebagai bagian dari
wilayah RI sejak awal September 1945, yang diumumkan oleh Andi
Burhanuddin. Semua pemerintah kerajaan lokal, yang juga sebagai kepala
pemerintahan onderdistrict , memberi dukungan. Dukungan yang
agak kuat berasal dari Andi Mandacingi (Karaeng Mandalle), Andi Page
(Karaeng Segeri), dan Andi Makin (Karaeng Ma'rang). Bahkan mereka
bertiga menghadap langsung Gubernur Sulawesi, Dr GSSJ Ratulangi di
Makassar. Dukungan lainnya berasal dari Bungoro, Balocci, Labakkang dan
Pulau.
*Kabupaten Barru
Kabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil
yang masing - masing dipimpin oleh seorang Raja yaitu : Kerajaan Berru
(Barru), Kerajaan Tanete,Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan
Mallusetasi.
*Kabupaten Bulukumba
Mitologi penamaan "Bulukumba", konon bersumber dari dua kata dalam bahasa
Bugis yaitu "Bulu’ku" dan "Mupa" yang dalam bahasa Indonesia berarti "masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya".
Mitos ini pertama kali muncul pada abad ke–17
Masehi ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu Kerajaan
Gowa dan Kerajaan
Bone.
Di pesisir pantai yang bernama "Tana Kongkong", di situlah utusan Raja
Gowa dan Raja Bone bertemu, mereka berunding secara damai dan menetapkan
batas wilayah pengaruh kerajaan masing-masing.
Bangkeng Buki' (secara harfiah berarti kaki bukit) yang merupakan
barisan lereng bukit dari Gunung Lompobattang diklaim oleh pihak
Kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya mulai dari Kindang
sampai ke wilayah bagian timur. Namun pihak Kerajaan Bone berkeras
memertahankan Bangkeng Buki' sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari
barat sampai ke selatan.
Berawal dari peristiwa tersebut kemudian tercetuslah kalimat dalam
bahasa Bugis "Bulu'kumupa" yang kemudian pada tingkatan dialek tertentu
mengalami perubahan proses bunyi menjadi "Bulukumba".
Konon sejak itulah nama Bulukumba mulai ada dan hingga saat ini resmi menjadi sebuah kabupaten.
*Kabupaten Maros
Kabupaten Maros terletak di bagian barat Sulawesi Selatan, secara
geografis terletak antara 40o45 - 50o07 LS dan antara 109o205 - 129o12
BT. Kabupaten ini sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep,
sebelah selatan berbatsan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa,
sebeelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bone dan sebelah barat
berbatasan dengan Selat Makassar dan memiliki luas wilayah 1.619,12 Km2.
Dari: Berbagai Sumber